Januari 2025


PADANG - Kawasan Simpang Kinol, Pondok merupakan salah satu destinasi kuliner yang ada di Kota Padang. Dengan beragam khas makanan, Simpang Kinol menjadi tujuan utama baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Nah, dari sekian banyqk tempat makanan di Simpang Kinol tersebut, hari ini Sabtu (1/2/2025) bakal dibuka Pecel Lele Obat Patah Pati (OPT). Pecel Obat Patah Hati terletak persis di Simpang Kinol berdekatan dengan Toko Buah Metro.

Berbagai macam menu makanan dan minuman tersedia di Pecel Lele Obat Patah Hati. Ada paket makanan yang dinamai "paket hati yang tersakiti" yang menunya antara lain, nasi goreng plus tempe/tahu, lalap dan sambal serta es teh manis tanpa janji. Dengan paket ini pelanggan hanya merogeh kantong Rp25.000,-.

Pengelola Pecel Lele Obat Patah Hati, Rikha Anggraini menambahkan menu nasi lele goreng dengan tahu/tempe, lalap dan sambal juga ada. Paket ini dinamakan paket hubungan tanpa status dengan harga Rp25.000,-

"Soal harga makanan, saya kira terjangkaulah. Malah dengan paket menu yang ada lebih murah," kata Geicha, panggilan akrab Rikha Anggraini, Jumat (31/1/2025).

Lazimnya warung pinggir jalan, Pecel Lele Obat Patah Hati juga memiliki menu makanan lain. Menariknya, menu makanan Pecel Lele Obat Patah Hati berkaitan dengan kisah asmara. Makanan penuh cinta misalnya, nasi putih seputih cintaku padamu seharga Rp5000,-. Kemudian, ayam goreng well dan lele goreng well, masing-masing Rp15.000,-.

Pecel Lele Obat Patah Hati juga menyediakan jengkol hati yang terbagi dua dengan harga Rp10.000. Selain itu ada pete gorengRp7.000, telur dadar Rp3000,-.

Menu lainnya, tambah Geicha, kangkung terasi, terung balado, mie goreng maupun mie rebus. Minuman seperti, es teh manis, es jeruk, kopi hitam juga tersedia di Pecel Lele Obat Patah Hati.

Menyangkut nama menu makanan yang dihubungkan dengan kisah asmara Geicha mengatakan ide tersebut terinspirasi dengan pengalaman pribadi.

"Jadi kita punya slogan galau hilang perut pun penyang. Pecel Lele adalah tempat anak muda yang lagi galau untuk mengenyangkan perut," seloroh Geicha.

Geicha menuturkan, bagi yang punya keluarga juga diperbolehkan mampir ke Pecel Lele Obat Patah Hati. Tempat makanan ini diperuntukan bagi seluruh lapisan pelanggan.(***)


PADANG - Buku antologi cerpen berjudul Serpihan Duka di Balik Rumah, hasil karya siswa dan guru SMP Maria, resmi diluncurkan oleh Penjabat Wali Kota Padang, Andree Algamar, pada Jumat (31/1).

Dilansir dari padek.jawapos.com, dalam kegiatan di Aula SMP Maria itu, Andree Algamar menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya sastra yang dinilainya istimewa dan penuh makna.

"Buku antologi cerpen ini sangat menarik dan istimewa. Pembaca dapat melihat serangkaian cerita yang mampu menggambarkan kisah kehidupan para siswa, sekaligus menghadirkan harapan dan kekuatan," ujar Andree Algamar.

Menurutnya, karya sastra bukan sekadar tulisan, namun juga cerminan dari pengalaman, imajinasi, dan harapan.

Ia mengingatkan bahwa di tengah dunia yang semakin kompleks, kemampuan menulis menjadi keterampilan berharga bagi generasi muda.

"Saya sangat mengapresiasi karya luar biasa ini, karena hasil kolaborasi antara siswa dan guru. Semoga peluncuran buku ini menjadi inspirasi bagi banyak orang dan sekolah lainnya, serta membuka jalan bagi SMP Maria untuk terus melahirkan karya-karya sastra berikutnya," tambahnya.

Menurutnya, buku Serpihan Duka di Balik Rumah ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Maria dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

"Dengan adanya buku ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang termotivasi untuk menghasilkan karya sastra berkualitas," harapnya.

Kepala SMP Maria, Hendrika Era Farida, menjelaskan bahwa buku antologi cerpen ini kumpulan cerita dari 65 siswa yang dipandu oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Buku ini dicetak dalam tiga edisi dengan total 369 halaman.

"Peluncuran buku ini merupakan kegiatan tahunan sebagai inovasi untuk program literasi di sekolah kami. Ini adalah karya kedua setelah pada 2023 kami berhasil melahirkan sebuah buku puisi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses pengerjaan buku ini berlangsung dari Maret hingga Juni 2024. Para siswa diberikan penugasan untuk menulis cerpen bertemakan keluarga, yang kemudian dibimbing oleh guru hingga menjadi kumpulan cerita yang layak diterbitkan.(***)


PADANG  – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang mengeluarkan putusan yang menguntungkan media massa PenaHarian.com dalam sengketa informasi publik dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat. Dalam putusan Nomor 34/G/KI/2024/PTUN.PDG, PTUN menolak gugatan yang diajukan Baznas Sumbar dan menguatkan keputusan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat yang menginstruksikan Baznas untuk membuka data penerima zakat.

Sengketa ini bermula dari permohonan informasi yang diajukan PenaHarian.com pada 2024 lalu, yang meminta akses terhadap dokumen-dokumen terkait penerima zakat dan dana yang dikelola Baznas Sumbar untuk periode 2021 hingga 2023. Namun, Baznas Sumbar menolak permohonan tersebut, yang kemudian membawa perkara ini ke KI Sumbar, yang pada 1 November 2024 memutuskan untuk mendukung permohonan PenaHarian.com.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim PTUN Padang menyatakan bahwa data mengenai penerima zakat, termasuk nama, alamat, jumlah dana, dan dokumentasi distribusi zakat, bukanlah informasi yang dapat dikecualikan. Data tersebut dinilai penting sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat yang berasal dari dana masyarakat, sehingga masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana tersebut didistribusikan untuk kemaslahatan bersama.

Amar Putusan PTUN Padang Nomor 34/G/KI/2024/PTUN.PDG;

1. Menolak gugatan/ keberatan Penggugat/ Pemohon Keberatan (dahulu Termohon Informasi) untuk seluruhnya;

2. Menguatkan Putusan Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat Nomor: 21/VIII/KISB-PS-M-A/2024 tanggal 01 November 2024;

3. Menghukum Penggugat/ Pemohon Keberatan (dahulu Termohon Informasi) untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 404.000,00 (empat ratus empat ribu rupiah); 

Sebelumnya, pada 1 November 2024, KI Sumbar mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan oleh media massa PenaHarian.com, yang meminta akses terhadap sejumlah dokumen terkait dana zakat yang dikelola oleh Baznas Sumbar. KI Sumbar menginstruksikan Baznas untuk membuka dokumen, yaitu:

1. Salinan dokumen rincian waktu tanggal, dan jumlah dana yang diterima Baznas Provinsi Sumatera Barat dari orang yang memberikan zakat dan dana lain selama 2021 sampai dengan 2023 untuk daerah Kota Padang, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

2. Salinan dokumen rincian nama lengkap, alamat lengkap, waktu tanggal, jumłah dana yang diberikan Baznas Provinsi Sumatera Barat kepada penerima zakat dan dana lain selama 2021 sampai dengan 2023 serta dokumentasinya untuk daerah Kota Padang, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kuasa hukum PenaHarian.com, Deni Syaputra, S.H., M.H. dan Darlinsah, S.H. (D&D), mengapresiasi keputusan PTUN ini sebagai langkah positif untuk transparansi dalam pengelolaan zakat. "Keputusan ini menunjukkan bahwa upaya Baznas untuk menutupi data penerima zakat tanpa dasar yang jelas telah ditolak oleh pengadilan. Kami akan terus mendukung hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang pengelolaan dana zakat," ujar Deni Syaputra, mewakili PenaHarian.com.

Dengan ditolaknya gugatan Baznas oleh PTUN Padang, Baznas Sumbar kini diwajibkan untuk membuka data penerima zakat sesuai dengan keputusan KI Sumbar yang sudah ditetapkan pada 1 November 2024. Keputusan ini menjadi contoh penting bagi lembaga pengelola zakat lainnya untuk lebih terbuka dalam pengelolaan dana zakat yang bersumber dari masyarakat.(ril)


SOLOK - Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalur Padang-Solok, tepatnya di Panorama II, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Rabu (29/1/2025) sekitar pukul 11.10 WIB.

Insiden ini semakin memperparah kemacetan yang sudah terjadi sejak sehari sebelumnya akibat truk bermuatan batu bara yang terbalik di Kelok S Sitinjau Lauik.

Informasi mengenai kecelakaan ini pertama kali dilaporkan melalui WhatsApp Group Info Sitinjau Lauik. Dalam video yang beredar, terlihat tiga kendaraan truk yang terlibat dalam tabrakan beruntun.

Salah satu warga setempat, Dedet, membenarkan bahwa kecelakaan ini terjadi di kawasan Tunggua, Sitinjau Lauik, tepatnya di atas Panorama II.

"Kejadiannya sekitar 15 menit yang lalu, ada tiga kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini," ujar Dedet.

Saat ini, petugas kepolisian telah berada di lokasi kejadian untuk menangani insiden dan mengatur arus lalu lintas. Namun, kecelakaan ini semakin memperpanjang antrean kendaraan, yang sebelumnya sudah mengalami hambatan akibat proses evakuasi truk batu bara.

Kemacetan Makin Parah, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido, menyampaikan bahwa kemacetan kini telah mencapai perbatasan Kabupaten Solok-Kota Padang.

"Saat ini arus lalu lintas dari arah Kota Padang menuju Solok maupun sebaliknya masih mengalami kemacetan," katanya.

Guna menghindari kepadatan lalu lintas di Sitinjau Lauik, pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

"Kami mengimbau masyarakat yang ingin menuju Kota Padang maupun Solok untuk mencari jalur alternatif via Padang Panjang," tambahnya.

Sementara itu, Satlantas Polres Solok telah menurunkan sejumlah personel kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan Lubuk Selasih, Kabupaten Solok.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan serta berupaya mengurai kemacetan. Para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.(***)


PADANG - Arisal Aziz, atau yang akrab disapa Josal, menepis isu yang menyebut dirinya tengah mengincar jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sumatera Barat (DPW PAN Sumbar) yang saat ini dijabat Indra Dt Rajo Lelo.

Anggota DPR RI Komisi XIII ini menegaskan bahwa dirinya menghormati mekanisme partai serta sosok Indra Dt Rajo Lelo sebagai Ketua DPW PAN sekaligus keluarga.

“Tidak benar jika saya mengincar jabatan Ketua DPW PAN Sumbar. Saya menghormati seluruh mekanisme yang ada di partai dan tentunya saya juga menghormati beliau (Indra Dt Rajo Lelo) baik sebagai Ketua DPW maupun sebagai mamak (paman),” ujar Josal kepada media, Selasa (28/01/2025).

Arisal Aziz menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait partai selalu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Ketua DPW. Ia juga mengapresiasi peran besar Indra Dt Rajo Lelo dalam perjalanan politiknya.

“Saya sampai pada titik ini tentu karena ruang dan kesempatan yang diberikan oleh Pak Indra Dt. Rajo Lelo. Begitu juga jika ada dinamika ke depan, hal tersebut pasti saya komunikasikan terlebih dahulu dengan beliau,” tambahnya.

Di luar isu politik, Josal menyampaikan alasan di balik munculnya namanya dalam bursa pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumbar.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni karena kecintaannya terhadap dunia sepakbola Sumatera Barat dan niatnya untuk memajukan olahraga ini di tingkat nasional.

“Munculnya nama saya dalam bursa pemilihan Ketua Asprov bukanlah karena keinginan pribadi saya semata. Ini juga atas permintaan dari beberapa teman di Askab, Askot, dan pemilik klub,” jelasnya.

Josal menegaskan bahwa langkah ini sudah ia komunikasikan dengan Ketua DPW PAN Sumbar. “Saya telah meminta izin kepada Mak Datuak Indra bahwa saya akan maju ke Pemilihan Ketua Asprov, dan beliau telah mengamini niat baik saya tersebut,” tegasnya.

Pria yang dikenal aktif mendukung perkembangan sepakbola Sumbar ini menambahkan, “Saya mencintai sepakbola. Masa kecil saya diisi dengan bermain bola. Kini saya berpikir untuk berbuat lebih banyak bagi sepakbola Sumbar yang memiliki potensi besar untuk melangkah ke level nasional.”

Kiprah Josal di dunia sepakbola Sumbar sudah tidak diragukan lagi. Melalui klub Josal FC Piaman, ia sukses membawa tim tersebut menjadi Juara Liga 3 Zona Sumbar 2023 dan meraih gelar Juara Nasional Soeratin U-15 tahun 2024.

Selain itu, ia juga tengah merampungkan pembangunan Akademi Sepakbola Berbasis Pesantren pertama di Pulau Sumatera. Akademi ini diharapkan menjadi pusat pembinaan talenta muda di Sumbar, yang memadukan pendidikan agama dan olahraga untuk mencetak generasi atlet berbakat.

Dengan rekam jejak ini, Josal optimistis bahwa kontribusinya dapat membawa perubahan besar bagi sepakbola Sumbar.

“Ini kesempatan besar untuk memajukan sepakbola Sumbar. Saya ingin melihat sepakbola Sumbar berjaya di tingkat nasional, bahkan internasional,” tutupnya. (*)


PADANG - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat telah mengumumkan 15 peserta lulus persyaratan administrasi pada Jumat, 24 Januari 2025.

Para peserta yang lolos administrasi tersebut diwajibkan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu Penilaian Kompetensi.

Penilaian Kompetensi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu, 3 hingga 5 Februari 2025, di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jl. Mayjen Sutoyo No. 12, Jakarta Timur. Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Peserta yang telah dinyatakan lulus administrasi diharapkan untuk mengunduh, mengisi, dan mengunggah tiga formulir Assessment Test melalui tautan: s.id/3_sumbar, dengan batas waktu pengunggahan hingga Kamis, 30 Januari 2025 pukul 21.00 WIB.

Informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan Assessment Center dapat diakses melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Sumatera B

Ketua Panitia Seleksi, Suharmen dalam pengumumannya mengingatkan bahwa peserta yang tidak hadir dalam tahapan seleksi selanjutnya akan dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan gugur.

Selain itu, seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama proses seleksi menjadi tanggung jawab peserta masing-masing.

"Keputusan Panitia Seleksi bersifat final dan mengikat, serta tidak dapat diganggu gugat," tegas Pansel dalam pengumuman resmi tersebut.

Pansel Harus Transparan dan Jangan Diintervensi

Pengamat kebijakan publik Aidinil Zetra mengingatkan pentingnya integritas dan transparansi dalam proses seleksi ini karena hasilnya akan berpengaruh terhadap kinerja Pemprov Sumbar.

“Proses seleksi harus bebas dari intervensi dan praktik calon titipan. Agar menghasilkan pemimpin birokrasi yang kompeten dan berdedikasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Sekdaprov terpilih harus mampu memimpin birokrasi secara profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Aidinil, tugas Sekdaprov tidak hanya administratif, tapi juga strategis dalam mengawal terealisasinya apa yang menjadi visi dan misi kepala daerah yang dituangkan ke dalam RPJMD.

“Sekprov harus dapat memimpin birokrasi yang akuntabel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sinergi antar-OPD, dan mendorong percepatan digitalisasi layanan,” tambahnya.

Pengamat kebijakan publik Miko Kamal juga menegaskan pentingnya proses seleksi yang objektif dan bebas dari kepentingan politik.

“Sekdaprov harus menjadi penghubung kebijakan internal dan eksternal untuk memastikan implementasi program pembangunan agar terealisasi secara optimal,” katanya.(*)


SLEMAN - Semen Padang menghidupkan harapan untuk lolos dari zona degradasi usai melakukan comeback sensasional atas PSS Sleman setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu pada lanjutan pekan ke-20 Liga 1 2024/2025.

PSS Sleman langsung unggul dua gol cepat dalam 15 menit pertandingan. Berawal dari umpan silang di sisi kiri, bola sampai ke kaki Betinho, tetapi sepakannya kurang sempurna.

Namun, Gustavo Tocantins yang berdiri di belakangnya berhasil memaksimalkan bola liar di dalam kotak penalti. Skor 1-0 untuk tuan rumah.

Tim kebanggaan warga Sleman memperlebar keunggulan dari situasi serangan balik.

Vico Duarte yang mendapatkan ruang di sisi kiri sukses mengirim umpan silang yang disambut oleh Dominikus Dion yang sudah berdiri bebas. Dion sukses memperlebar keunggulan PSS Sleman.

Momen kurang mengenakkan muncul pada menit ke-21 saat Eduardo Almeida sebagai pelatih Semen Padang melakukan pergantian pemain.

Eduardo Almeida memutuskan memasukkan Dodi Alexvan Djin menggantikan Frendi Saputra. Namun, Frendi Saputra terlihat kesal dan melampiaskannya ke FX Yanuar. Alhasil keduanya langsung mendapatkan kartu merah dari wasit pada menit ke-25.

Namun, Semen Padang tetap bermain dengan 11 pemain, karena Frendi Saputra sudah keluar dari lapangan.

Perubahan taktik Semen Padang berbuah hasil pada menit ke-27 usai Cornelis Stewart mencetak gol usai memanfaatkan kemelut di kotak penalti tim tuan rumah. Skor 2-1.

Semen Padang mendapatkan banyak peluang emas di sisa babak pertama, sayang tidak ada yang berbuah gol di sisa waktu babak pertama.

Semen Padang langsung menambah intensitas serangan dan menghasilkan gol cepat saat laga berjalan tiga menit.

Berawal dari kemelut sepak pojok, Tin Martic berhasil meloloskan diri dari penjagaan pemain belakang PSS Sleman dan mengeksekusi tembakan keras yang tak mampu dihalau Alan Bernadon. Skor jadi 2-2.

Sepanjang babak kedua, komentator siaran langsung di televisi mengumumkan bahwa VAR tidak berfungsi (Inactive). Tidak diketahui apa yang menyebabkan hal tersebut. 

Skor imbang membuat tim tamu makin bersemangat mencetak gol kemenangan.

Kevin Gomes berhasil menyempurnakan comeback Semen Padang atas PSS Sleman usai mencetak gol pada menit ke-66.

Semen Padang kembali memperbesar keunggulan 10 menit sebelum laga selesai memanfaatkan kesalahan Fachruddin Aryanto saat mengantisipasi umpan silang. Hal tersebut sukses dihukum oleh Bruno Gomes dan menjauh jadi 4-2.

Tidak ada gol di sisa waktu. Semen Padang sukses mengamankan kemenangan kedua pada jalannya putaran kedua.

Kemenangan ini membuat Semen Padang menjaga jarak agar tetap ikut dalam persaingan keluar dari zona merah. Tim asuhan Eduardo Almeida hanya berjarak dua poin dari zona aman terakhir yang dihuni oleh Barito Putera.

FT: PSS Sleman 2-4 Semen Padang

Gol: Gustavo Tocantins 2', Dominikus Dion 15' - Cornelius Stewart 27', Tin Martic 48', Bruno Gomes 66', 80'

Kartu Kuning: Frendi Saputra 21', Muhammad Iqbal 90+5

Kartu Merah: Frendi Saputra 25'



TANAHDATAR - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Agam sepakat menutup permanen jalur pendakian Gunung Marapi dari kedua wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para pendaki yang selama ini masih nekat mendaki gunung yang dikenal aktif tersebut.

"Kami sepakat menutup permanen jalur pendakian ke Gunung Marapi karena sangat membahayakan bagi pendaki," ujar Bupati Tanah Datar, Eka Putra, Sabtu (25/1/2025).

Penutupan ini dilakukan setelah melalui pengkajian yang melibatkan Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan, jalur pendakian ke Gunung Marapi harus ditutup demi keselamatan. "Instruksi ini berdasarkan hasil kajian yang diterima dari Ombudsman RI. Kami akan menutup jalur pendakian secara permanen demi menjaga keselamatan para pendaki," jelas Lugi.

Langkah ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan membuat surat edaran ke nagari-nagari (desa) yang menjadi pintu masuk menuju area pendakian Gunung Marapi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat keputusan penutupan jalur.

Penutupan permanen jalur pendakian Gunung Marapi juga didasarkan pada catatan bencana sebelumnya, termasuk erupsi dan galodo atau banjir bandang yang telah memakan korban jiwa. Dengan adanya keputusan ini, pihak BKSDA mengharapkan pengelolaan kawasan menjadi lebih aman dan terkendali.

Kepala BKSDA Sumbar, Lugi Hartanto mengatakan, jalur pendakian ke Gunung Marapi harus ditutup demi keselamatan. "Instruksi ini berdasarkan hasil kajian yang diterima dari Ombudsman RI. Kami akan menutup jalur pendakian secara permanen demi menjaga keselamatan para pendaki," jelas Lugi.

Langkah ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan membuat surat edaran ke nagari-nagari (desa) yang menjadi pintu masuk menuju area pendakian Gunung Marapi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat keputusan penutupan jalur.

Penutupan permanen jalur pendakian Gunung Marapi juga didasarkan pada catatan bencana sebelumnya, termasuk erupsi dan galodo atau banjir bandang yang telah memakan korban jiwa. Dengan adanya keputusan ini, pihak BKSDA mengharapkan pengelolaan kawasan menjadi lebih aman dan terkendali.

"Kami akan mengikuti rekomendasi dari berbagai instansi terkait untuk memastikan keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar Gunung Marapi," tegas Lugi Hartanto. (antara)


PESISIR SELATAN - Rekaman video dua warga mengangkat jenazah melewati jembatan bambu yang kondisinya mengkhawatirkan viral di media sosial. Lokasi kejadiannya disebutkan di daerah Kampung Teluk Bakung, Kenagarian Gurun Panjang Utara, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Dilansir Inewssumbar.id, video pendek berdurasi 1 menit 18 detik menunjukkan warga menggotong jenazah dibungkus kain panjang beralaskan kasur menggunakan papan. Video tersebut diunggah akun medsos Rita Sartika dan menuai banyak simpati dari netizen.

Dalam keterangannya disebutkan masyarakat dihadapkan pada kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan. Sebuah jembatan bambu yang rapuh, nyaris tak layak pakai, menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk melintasi sungai.

“Keadaan ini tidak hanya membahayakan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menghambat prosesi sakral seperti pemakaman mayat,” tulisnya dikutip Sabtu (25/1/2025).

Dalam video dua warga dengan susah payah mengangkat keranda mayat melintasi jembatan yang bergoyang di setiap langkah. Risiko terjatuh atau keranda terguling menjadi ancaman nyata, namun mereka tidak memiliki pilihan lain. Hal ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi masyarakat setempat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.(***)


PADANG - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan tiga jalur penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2025-2026 dengan kuota mencapai 7.835 mahasiswa.

"Unand menyiapkan tiga jalur bagi calon mahasiswa, yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri (Sima)," kata Rektor Unand, Efa Yonnedi, dalam keterangannya, Jumat (24/1/2025).

Ketiga jalur tersebut memiliki alokasi kuota yang berbeda. Jalur SNBP akan menampung 2.357 mahasiswa atau 30,08 persen dari total kuota, sedangkan SNBT menerima 3.152 mahasiswa (40,23 persen). Sementara itu, jalur Sima mendapatka

Efa menjelaskan bahwa jalur SNBP didasarkan pada penelusuran prestasi akademik, dengan mempertimbangkan nilai rapor dan pencapaian akademik atau non-akademik siswa. Jalur ini ditujukan untuk siswa SMA/SMK/MA sederajat yang berada di tahun terakhir pada 2025.

Sementara itu, jalur SNBT mensyaratkan peserta untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai dasar seleksi. Peserta hanya dapat mengikuti UTBK satu kali, dan hasilnya akan digunakan untuk seleksi SNBT dan penerimaan perguruan tinggi negeri lainnya di tahun 2025.

Sedangkan jalur Sima mencakup enam kategori penerimaan, yaitu:

- Sima Akademik menggunakan pola UTBK.

- Sima Prestasi untuk calon mahasiswa dengan keunggulan khusus.

- Sima Kerja Sama untuk mitra tertentu.

- Sima Internasional untuk calon mahasiswa dari luar negeri.

- Sima Barat, khususnya untuk warga Sumatera Barat.

- Penerimaan mahasiswa disabilitas, sebagai bagian dari komitmen Unand menjadi kampus inklusi.

Proses pendaftaran untuk jalur Sima akan dimulai pada Mei 2025, setelah pengumuman hasil seleksi SNBT pada 28 Mei 2025. Informasi lengkap mengenai jadwal dan persyaratan jalur Sima dapat diakses melalui laman resmi Unand di pmb.unand.ac.id.

Unand juga memastikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang menghadapi kendala finansial melalui berbagai program beasiswa. Kampus ini bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk memberikan bantuan setiap semester kepada mahasiswa kurang mampu.

"Unand ingin memastikan mahasiswa dapat fokus pada pendidikan tanpa khawatir terhadap masalah keuangan," ujar Efa Yonnedi. (antara)


PADANG - Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7109 rute Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, batal mendarat pada Kamis (23/1/2025) akibat cuaca buruk.

Dilansir padek.jawapos.com Pesawat akhirnya dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.

Pesawat yang lepas landas dari Halim sekitar pukul 13.35 WIB itu dijadwalkan tiba di BIM pada pukul 15.20 WIB. Namun, setelah beberapa kali mencoba untuk mendarat di BIM, pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Pekanbaru dan mendarat dengan selamat pada pukul 16.17 WIB.

Menurut salah seorang penumpang, Eka Rianto, kondisi cuaca di BIM sangat buruk saat pesawat mencoba mendarat.

"Tadi diumumkan pilot, cuaca buruk karena hujan di BIM. Pesawat berputar sekitar 10 menit di atas BIM dan mencoba mendarat, tetapi tetap tidak memungkinkan," ujar Eka.

Ia juga menyampaikan bahwa sesampainya di Pekanbaru, cuaca di sana cukup cerah. Para penumpang diminta tetap berada di dalam pesawat, yang saat itu juga melakukan pengisian bahan bakar. "Penumpang tetap tenang dan mengikuti instruksi pramugari dengan tertib," tambahnya.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Hastanto, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa pengalihan penerbangan tersebut dilakukan karena faktor cuaca hujan deras dan jarak pandang.

"Statusnya bukan gagal mendarat, melainkan dialihkan untuk keselamatan penerbangan," ujarnya.

Berdasarkan data cuaca di BIM pada Kamis, 23 Januari 2025 pukul 15.40 WIB, kata Hastanto, hujan deras dilaporkan dengan jarak pandang terbatas.

Visibilitas di landasan pacu 33 tercatat hanya 700 meter, sementara di landasan pacu 15 lebih buruk lagi, yakni 550 meter. Kondisi angin tercatat pada kecepatan 07 knot.

Secara regulasi penerbangan, jarak pandang (visibility) kurang dari 1.000 meter dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk pendaratan.

Oleh karena itu, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbangan, pilot mengalihkan penerbangan (divert) ke bandara terdekat yang aman untuk mendarat. "Untuk saat ini kondisi penerbangan normal," kata Hastanto.(*)


PADANG - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus, Rabu (22/1/2025) malam. Erupsi terjadi pada pukul 19.29 WIB dengan kolom abu tidak teramati karena diselimuti kabut tebal.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,7 mm dan durasi sekitar 30 detik," kata petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Teguh Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Saat ini Gunung Marapi berstatus Level II waspada, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 3 kilometer dari kawah.

Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu waspada potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan," kata Teguh.

Sebelumnya, Gunung Marapi meletus pada 3 Desember 2023 dan menewaskan 23 pendaki yang berada di atasnya. Setelah itu, Marapi terus erupsi dan melontarkan abu vulkanik. Bencana Marapi terus berlanjut dengan terjadinya banjir lahar pada Sabtu (11/5/2024) yang menewaskan 60 warga di Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman.(***)


PEKANBARU - Politeknik Pengadaan Nasional (Polteknas) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-1, Rabu (22/1/2025), di Pustaka Wilayah Riau.

Acara ini sekaligus dirangkaikan dengan Kuliah Umum bertema pengadaan barang dan jasa, yang menjadi momen refleksi atas pencapaian sekaligus langkah strategis ke depan.

Direktur Politeknik Pengadaan Nasional, Komala Sari, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang telah diraih dalam satu tahun berdirinya Polteknas.

Menurutnya, kehadiran Polteknas semakin dikenal masyarakat, khususnya pelajar, berkat sosialisasi yang masif.

"Setahun perjalanan Polteknas mulai menampakkan hasil. Awalnya banyak yang belum tahu soal sekolah pengadaan, tetapi sekarang mereka sudah paham apa itu pengadaan, lingkupnya, dan peluang ke depannya. Ini menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi," ujarnya, Rabu (22/1/2025).

Komala menambahkan, inovasi ke depan akan difokuskan pada kegiatan edukasi dan kompetisi, seperti lomba artikel ilmiah, cerdas cermat pengadaan, serta lomba videografi bertema pengadaan. Langkah ini bertujuan mengenalkan pentingnya pengadaan sejak dini, terutama di kalangan pelajar SMA.

Selain itu, Polteknas juga memberikan kemudahan akses pendidikan, termasuk potongan biaya kuliah sebesar 30 persen untuk aparatur desa dan program TNI/Polri.

"Bagi mahasiswa yang ingin kuliah gratis, kami juga menyediakan kuota 30 persen dari total mahasiswa, yakni sekitar 50 orang per tahun," tambahnya.

Saat ini, Polteknas memiliki 60 mahasiswa aktif dan menargetkan 90 mahasiswa pada tahun depan. Komala menekankan bahwa pola pembelajaran fleksibel seperti program "kuliah dulu, bayar kemudian" akan terus dikembangkan untuk menarik lebih banyak minat.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM LKPP, Suharti, yang hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi atas pencapaian Polteknas.

Menurutnya, keberadaan Polteknas adalah langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang pengadaan.

"Meski baru setahun, Polteknas diharapkan dapat melahirkan SDM pengadaan yang tidak hanya kompeten tetapi juga menjunjung prinsip etika, seperti integritas. Ini penting sebagai bagian dari persiapan Indonesia menuju era emas 2045," ujar Suharti.

Ia juga menekankan bahwa lulusan Polteknas tidak hanya akan dibutuhkan oleh pemerintah, tetapi juga sektor swasta.

"Harapan kami, lulusan Polteknas mampu berkontribusi dalam pembangunan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

Fungsional Madya Dinas Pendidikan Riau, Suyanto, turut mengucapkan selamat atas Dies Natalis pertama Polteknas. Ia menilai kehadiran Polteknas sangat relevan untuk menjawab kebutuhan SDM kompeten di bidang pengadaan, terutama yang telah memiliki sertifikasi resmi.

"Keberadaan Polteknas ini sangat dibutuhkan, karena pengadaan barang dan jasa di berbagai instansi memerlukan tenaga yang kompeten dan bersertifikasi," ujar Suryanto.

"Semoga Polteknas terus berkembang dan menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga profesional di bidang pengadaan," imbuhnya.

Acara Dies Natalis ini menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen Polteknas dalam mencetak SDM unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga etika dan integritas.

Dengan program-program unggulan yang ditawarkan, Polteknas optimis dapat menjadi solusi atas kebutuhan tenaga ahli pengadaan di masa depan. (ril)


AGAM - Erupsi Gunung Marapi kembali terjadi tengah malam Selasa (21/1/2025). Suara dentuman dari gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, terasa hingga ke Kota Bukittinggi.

Warga Bukittinggi pun panik karena mengira suara dentuman tersebut gempa bumi. Gunung api aktif itu erupsi sekitar pukul 22.47 WIB, di tengah hujan lebat yang melanda wilayah sekitarnya.

"Suara dentumannya keras disertai getaran. Kami yang sedang berkumpul di warung kopi langsung keluar karena mengira ada gempa," ujar Junaidi Petit (39), salah seorang warga Bukittinggi, dikutip dari Antara, Rabu (22/1/2025).

Petit bersama beberapa warga lainnya mencoba memantau Gunung Marapi dari kejauhan. Namun, hujan deras dan awan tebal membuat gunung tidak terlihat jelas.

"Kami sadar itu bukan gempa, tetapi suara erupsi. Dentumannya mirip dengan letusan di Desember 2023 yang menewaskan puluhan pendaki," tambahnya.

Dampak letusan Gunung Marapi terasa lebih kuat di kawasan kaki gunung, seperti di Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Rizal Mangkuto, warga Batu Taba, mengaku suara dentuman yang keras membuat kaca jendela rumahnya bergetar.

"Suaranya sangat keras. Getaran membuat pintu dan jendela seperti akan roboh. Kami masih trauma dengan erupsi sebelumnya," kata Rizal.

Erupsi ini juga mengingatkan warga akan bencana banjir lahar dingin yang terjadi pada Mei 2024. Rizal berharap tidak ada dampak serius dari letusan kali ini, mengingat warga masih berupaya memulihkan diri dari trauma bencana sebelumnya.

Menurut laporan Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi, letusan kali ini tidak menimbulkan kolom abu vulkanik yang terlihat secara visual. Namun, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,3 mm dan durasi selama 46 detik.

Gunung Marapi, yang dikenal sebagai salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat, terus dipantau secara ketat oleh pihak berwenang. Warga di sekitar gunung diimbau tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan.(ant)


PADANG - Polda Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap kasus pembunuhan terhadap pria bernama Anton (39) yang jasadnya dibuang di jurang Sitinjau Lauik, Kota Padang. Pembunuhan ini terjadi pada Oktober 2024 silam.

Ada tiga orang pelaku yang diringkus polisi, dua di antaranya merupakan aktor utama. Motif pembunuhan ini adalah karena jual-beli narkoba jenis sabu tidak disetor oleh korban.

Pelaku utama dalam kasus ini yakni Yogi Dian Saputra (35) dan Dipa Aditya Pratama (32). Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan penangkapan pelaku pertama yang lebih dulu ditangkap bernama Rahma (25).

"Dari mengamanahkan satu tersangka R (Rahman), lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyidik meminta mencari pelaku utama. Akhirnya didapat Yg (Yogi)," ujar Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat konferensi pers, Selasa (21/1/2024).

Dikatakan Gatot, pelaku Yg ditangkap di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari keterangan Yg, ia membunuh korban bersama pelaku Da (Dipa).

Dari pelaku Da ini ditemukan di tempat penggeladahan barang bukti sabu-sabu 4 kilogram dan 350 pil ekstasi," kata dia.

Dari hasil penyidikan, lanjut Gatot, diketahui pembunuhan tersebut terkait jual-beli sabu. Hasil penjualan sabu ini sebesar Rp 8 juta.

"Setelah pedalaman bahwa motif terjadi pembunuhan merasa tidak senang, mereka (korban dan pelaku) satu sendikat. Jadi merasa tidak senang karena tidak menyerahkan hasil penjualan narkoba," ungkapnya.

Pelaku utama dalam kasus ini yakni Yogi Dian Saputra (35) dan Dipa Aditya Pratama (32). Penangkapan keduanya berawal dari pengembangan penangkapan pelaku pertama yang lebih dulu ditangkap bernama Rahma (25).

"Dari mengamanahkan satu tersangka R (Rahman), lalu dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyidik meminta mencari pelaku utama. Akhirnya didapat Yg (Yogi)," ujar Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta saat konferensi pers, Selasa (21/1/2024).

Dikatakan Gatot, pelaku Yg ditangkap di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari keterangan Yg, ia membunuh korban bersama pelaku Da (Dipa).

"Dari pelaku Da ini ditemukan di tempat penggeladahan barang bukti sabu-sabu 4 kilogram dan 350 pil ekstasi," kata dia.

Dari hasil penyidikan, lanjut Gatot, diketahui pembunuhan tersebut terkait jual-beli sabu. Hasil penjualan sabu ini sebesar Rp 8 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, membeberkan ketiga pelaku memiliki peran masing-masing.

"Pelaku R (Rahman) bertugas menjemput korban di daerah Payakumbuh. Kemudian dibawa ke daerah Baso, Agam. Di sana sudah ditunggu oleh dua orang pelaku utama," ucap Andri.

Yogi dan Dipa selanjutnya memiting korban dan memaksanya untuk naik ke atas sepeda motor. Dikatakan Andry, dua pelaku utama ini lalu membawa korban ke daerah Kota Padang Panjang.

"Posisinya yang membawa sepeda motor Da, korban di tengah, di belakang Yg. Sampai di kos-kosan di daerah Padang Panjang ini korban dipukuli," imbuhnya.

Andry menyebutkan dari tindakan penganiayaan di kosan tersebut, korban akhirnya meregang nyawa. Kedua pelaku berniat untuk membuang jasad korban.

"Pada dini hari korban ternyata sudah meninggal. Jasad korban dibuang di Sitinjau Lauik. Pelaku membawa jasad korban dengan mobil rental," jelasnya.(SK)



PEKANBARU - Dalam rangka Dies Natalis pertama, Politeknik Pengadaan Nasional (Polteknas) akan menyelenggarakan kuliah umum pengadaan dengan menghadirkan Deputi Pengembangan dan Pembinaan SDM LKPP, Suharti SPsi MSi, Rabu 22 Januari 2025.

Kegiatan akan dilaksanakan di Aula Gedung Dokumentasi dan Arsip Pustaka Soeman HS dengan tema peluang dan tantangan SDM pengadaan dalam menghadapi evolusi pengadaan.

Kuliah umum dihadiri oleh undangan dari Forkopimda Provinsi Riau, kepala daerah dan UKPBJ se-Provinsi Riau, ABPTSI Riau, APTISI Riau, kampus di Wilayah LL Dikti XVII dan mahasiswa sekitar 200 orang.

Pada momen ini juga dilakukan penyerahan hadiah lomba cerdas cermat pengadaan antar SMA se-Provinsi Riau yang dilaksanakan pada 16 Januari 2025.

Selain itu disematkan anugerah Duta Pengadaan Provinsi Riau yang dinilai kompeten dalam wawasan pengadaan.

Direktur Polteknas, Dr. Komala Sari mengatakan, kuliah umum ini merupakan satu kontribusi Polteknas dalam memberikan edukasi pengadaan bagi stakeholder khususnya kaum milenial.

“Harapan kami sejak tingkat SMA kaum milenial sudah mengetahui terkait pengadaan dan lingkupnya. Karena hal ini penting dalam mendukung pembangunan Indonesia ke depan,” tuturnya. (ril)


PASAMAN - Bangunan kelas di SD Negeri 01 Koto Rajo, Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) ambruk usai tertimpa pohon.

Beruntung tidak ada korban jiwa karena para siswa telah pulang sekolah. Peristiwa terjadi pada Jumat 17 Januari 2025 siang.

"Gedung kelas 3 ambruk usai ditimpa pohon. Atap hingga sejumlah bagian bangunan hancur tidak bisa digunakan lagi untuk pembelajaran," kala Kepala SD Muhammad Nuhe, melansir Antara, Minggu (17/1/2025).

Dirinya mengatakan bangunan kelas itu tidak bisa lagi digunakan untuk aktivitas pembelajaran. Para siswa kelas 3 dialihkan sementara ke ruangan perpustakaan.

Salah seorang alumni SDN 01 Koto Rajo, Yusfik Helmi mengaku sangat prihatin atas musibah yang ditimpa keluarga besar almamaternya tersebut.

"Turut prihatin. Beruntung kejadian tidak saat jam pembelajaran, sehingga tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Dirinya berharap Pemkab Pasaman bisa dengan cepat melakukan penanganan agar Siswa bisa belajar seperti sedia kala.

"Material kayu serta bangunan saat ini belum tertangani. Kami sudah melaporkan kejadian kepada pihak BPBD Pasaman. Rencananya hari ini tim BPBD bakal ke lokasi kejadian untuk memberikan penanganan," ungkapnya.

Dirinya juga berharap kepada Dinas Pendidikan Pasaman agar bisa menganggarkan rehab bangunan tersebut di tahun 2025 ini.

"Inikan masih awal tahun anggaran 2025. Kita berharap kepada Dinas Pendidikan bisa mengusulkan anggaran rehab gedung sekolah ini. Kemudian dukungan DPRD Pasaman juga kami harapkan dalam penanganan bencana ini," katanya.(***)


PADANG -  Duel maut sopir travel antarkota di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (18/1/2025) sore. Lokasi kejadian tepatnya di depan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Kecamatan Padang Utara, Air Tawar, Kota Padang.

Dilansir dari Inews.id, salah satu di antaranya tewas akibat ditikam di dada tepat pada bagian jantung. Duel maut ini dipicu rebutan penumpang.

Motif yang melatarbelakangi, yaitu adanya perebutan antara agen sopir travel," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang AKP M Yasin, Sabtu (18/1/2025).  

Korban tewas bernama Yandra Saputra (39 tahun). Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumbar untuk proses visum.

"Setelah sampai di rumah sakit ternyata dinyatakan sudah meninggal," ucapnya.

Sementara pelaku berinisial SC (47 tahun) ditangkap warga lalu diserahkan ke Mapolsek Padang Utara. "Pelaku dan barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menusuk korban telah kita amankan," katanya.(***)



DHARMASRAYA - Aksi perampokan bersenjata api terjadi di layanan perbankan, Jorong Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Dikutip dari suarasumbar.id, Insiden ini berlangsung pada Kamis (16/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB, menyebabkan seorang korban terluka tembak di tangan.

Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor dan menutupi wajah mereka dengan masker menyerang lokasi.

Mereka diduga sempat menyandera enam orang yang sedang berada di warung Barokah sebelum melarikan diri dengan membawa uang sebesar Rp 70 juta.

“Sekitar enam orang sempat disandera oleh perampok. Sementara itu, satu korban mengalami luka tembak di tangan,” ujar warga setempat, Jumat (17/1/2025).

Korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, pelaku melarikan diri ke arah Sitiung IV, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya.

Petugas kepolisian telah tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Dharmasraya masih menghimpun informasi tambahan terkait identitas pelaku dan kronologi kejadian.(***)




PADANG - Polres Padang Pariaman telah melimpahkan berkas kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis penjual gorengan, Nia Kurnia Sari (18), ke Kejaksaan Negeri Padang Pariaman untuk proses penuntutan di persidangan.

Pelaku, Indra Septiarman alias In Dragon (28), akan segera menjalani sidang setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap pada Kamis (16/1/2025).

Dikutip dari suarasumbar.id, tersangka dihadirkan di Mapolda Sumatera Barat bersama barang bukti yang digunakan dalam aksi kejahatannya. Barang bukti tersebut meliputi cangkul, payung, botol tempat saus gorengan, dan pakaian korban.

Polres Padang Pariaman telah melimpahkan berkas kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis penjual gorengan, Nia Kurnia Sari (18), ke Kejaksaan Negeri Padang Pariaman untuk proses penuntutan di persidangan.

Pelaku, Indra Septiarman alias In Dragon (28), akan segera menjalani sidang setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap pada Kamis (16/1/2025).

Tersangka dihadirkan di Mapolda Sumatera Barat bersama barang bukti yang digunakan dalam aksi kejahatannya. Barang bukti tersebut meliputi cangkul, payung, botol tempat saus gorengan, dan pakaian korban.

Pasal 340 KUHP (Pembunuhan Berencana)

Pasal 338 KUHP (Pembunuhan)

Pasal 6 huruf b UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Pasal 285 KUHP (Pemerkosaan)

Irjen Pol Gatot menyebutkan bahwa 15 item barang bukti akan digunakan untuk memperkuat proses hukum di pengadilan.

"Tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti, sudah dilakukan. Selanjutnya, proses hukum akan berjalan di pengadilan," tambahnya.

Kasus ini bermula pada Jumat (6/9/2024), ketika korban, seorang gadis penjual gorengan, hilang setelah tidak pulang dari berjualan di kampungnya, Korong Pasa Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.(***)

PADANG - Bangunan dua petak kios di atas tanah fasilitas umun (fasum) di kawasan Blok I Pasar Raya Padang terus menuai kontroversi. Dua perak kios yang berdiri di areal jalan menganggu akses keluar masuk kawasan Blok I.

Pantauan oborsumbar.com di lapangan, posisi dua petak kios tersebut berada dibawah tangga. Kondisi ini jelas menghambat aktifitas pembeli maupun pedagang untuk naik ke lantai dua. Selain itu, akibat bangunan kios tersebut kondisi jalan makin menyempit.

Informasi yang diperoleh, dua petak kios itu dibangun oleh salah seorang pedagang Oyon Sampurna sejak tahun 2017 lalu. Masih menurut sumber tersebut, dibolehkannya kios itu diatas tanah fasum diduga ada kongkalingkong dengan oknum pejabat Dinas Perdagangan Kota Padang.

"Dua petak kios ini dibangun, kemudian diperjualbelikan senilai Rp100juta," kata sumber yang enggan menyebut namanya, Selasa (14/1/2025).

Terpisah, Oyon Sampurna membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Menurutnya, ketika pembangunan kios tersebut dirinya selaku Ketua Ikatan Pedagang Blok I, mendapat arahan dari Kepala Dinas  Perdagangan Waktu itu (Endrizal).

"Ada kebijakan dari Pak Kadis membangun kios di tanah fasum tersebut," jelas Oyon ketika dihubungi, Selasa (14/1/2025).

Oyon menambahkan tidak ada unsur jual beli dari bangunan dua petak kios tersebut. Diterangkannya, yang berhak menempati kios tersebut adalah pedagang yang punya kartu kuning.

"Jadi tuduhan itu adalah fitnah," tegas Oyon yang mengaku rugi senilai Rp400juta.

Sementara, Ketua Ikatan Pedagang Blok I yang baru Faisal, mengatakan bahwa pernyataan Oyon Sampurna adalah bohong. Faisal, menerangkan bangunan dua petak kios diatas tanah fasum itu diperjualbelikan dengan melibatkan oknum pejabat Dinas Perdagangan.

"Terkait pedagang yang menempati kios tersebut yang memiliki kartu kuning, itu pernyataan bohong," tandasnya.

Faisal mendesak agar Dinas Perdagangan membongkar kios tersebut yang menghambat akses jalan.(agb)



SOLOK - Warga di Jorong Kapalo Danau Diateh, Nagari Simpang Tanjung Nan 4, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, digemparkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki pada Selasa (14/1/2025).

Bayi tersebut ditemukan di depan rumah seorang warga dalam kondisi terbungkus selimut warna pink dan dimasukkan ke dalam kardus.

Dilansir suarasumbar.id, peristiwa ini terjadi pada dini hari dan pertama kali diketahui oleh warga setempat, Tek Ema. Di dalam kardus berisi bayi tersebut, turut ditemukan dot dan pakaian bayi. Bayi itu diduga baru lahir karena masih memiliki tali pusar saat ditemukan.

Penemuan bayi ini memicu simpati dan kemarahan di media sosial. Salah satu narasi yang viral menyuarakan keprihatinan terhadap tindakan tidak manusiawi tersebut:

“Bayi yang kau buang itu tidak berdosa ibu, malahan tali pusarnya belum lepas, kenapa begitu tega meninggalkannya di pagi hari di cuaca yang dingin ini. Kemana hati nuranimu seorang ibu.”

Polisi setempat telah menerima laporan kejadian ini dan memulai penyelidikan untuk mencari orang tua atau pihak yang bertanggung jawab.

Langkah ini diambil untuk mengungkap motif dan latar belakang peristiwa yang mengundang perhatian luas tersebut.

Setelah ditemukan, bayi malang itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis. Saat ini, kondisinya dilaporkan sehat dan berada di bawah pengawasan pihak berwenang.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab terhadap anak dan pentingnya kepedulian masyarakat dalam mencegah tindakan serupa di masa depan.

Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.(***)


LUBUK SIKAPING - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman menyerahkan uang pengembalian kerugian keuangan negara (dana sitaan) senilai Rp151 juta kepada pihak Baznas Kabupaten Pasaman.

Uang sitaan bernilai ratusan juta rupiah itu diserahkan langsung oleh Kajari Pasaman, Sobeng Suradal melalui Kasi Pidsus, Agung kepada ketua Baznas Pasaman, Asnil diruang kerjanya, Senin.

"Uang Sitaan tersebut pada hari ini Senin, 13 Januari 2025 telah dikembalikan kepada Sdr. H. ASNIL M, S.E., M.M selalu Ketua Baznas Pasaman periode tahun 2021 s/d 2026," terang Kasi Pidsus Pasaman, Agung.

Agung menjelaskan penyerahan tersebut sesuai dengan pelaksanaan putusan pengadilan oleh jaksa eksekutor dalam perkara Tipikor BAZNAS Kabupaten Pasaman dengan terpidana H. Syafrizal S.F.,S.IQ., S.Ag., M.Pd.

"Berdasarkan amar putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 7920 K/Pid.Sus/2024 tanggal 15 November 2024, dengan amar putusan terhadap Barang Bukti (BB) uang sitaan tersebut totalnya Rp151 juta," katanya.

Agung merinci Barang Bukti (BB) uang sitaan tersebut dari 5 orang saksi. Masing-masing uang sitaan dari saksi Anwir Salam senilai Rp5 juta, H. Asnil Rp5 juta, dan saksi Wisno Hardi senilai Rp10 Juta.

"Kemudian dari saksi Yelwansyah senilai Rp100 juta, dan saksi Abdul Aziz senilai Rp31 Juta. Sehingga totalnya Rp151 juta," katanya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, H. Asnil M mengapresiasi keseriusan Kajari Pasaman dalam pengembalian kerugian negara dalam perkara dengan terpidana H. Syafrizal S.F.,S.IQ., S.Ag., M.Pd.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejari Pasaman atas pengembalian uang sebanyak 151 juta rupiah. Baznas Pasaman sudah menerima kembali kerugian negara dengan perkara sebelumnya menjerat mantan ketua Baznas Pasaman, Syafrizal," katanya.

Pihaknya mengatakan bahwa Pimpinan Baznas Kabupaten Pasaman bersama-sama akan menyelenggarakan kegiatan Baznas ini dengan sebaik-baiknya.

"Mudah-mudahan uang ini dapat dikembalikan kepada para Mustahik yang berhak menerimanya," katanya.

Sebelumnya, mantan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasaman, periode 2017 – 2020 An. H. Buya Syafrizal, SF. SIQ. S. Ag, divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas I Padang Sumatera Barat, Kamis, (29/2/2024) lalu.

Majelis hakim pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi kelas I Padang Sumatera Barat memutuskan perkara terdakwa Syafizal bahwa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhi hukuman penjara selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp200 juta rupiah serta dikurangi masa tahanan yang telah di jalani.

Terdakwa juga harus mengembalikan uang pengganti sebesar Rp.801.449.000,-. Dalam waktu satu bulan setelah dibacakan putusan ini, dan jika terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti tersebut, maka seluruh harta bendanya akan di sita oleh jaksa dan di lelang untuk menutupi uang pengganti, apa bila terdakwa tidak memiliki harta benda maka akan di Pidana penjara Selama Satu Tahun.(ant)


PADANG - Setelah vakum selana hampir 12 tahun, Forum Pedagang Blok Satu, Pasar Raya Padang kembali menggeliat. Dibawah kepemimpinan Faisal sebagai ketua terpilih, Forum Pedagang Blok satu melakukan berbagai pembenahan.

Menurut Faisal, ada bebarapa aspek yang perlu dibenahi menyangkut kenyamanan para pedagang. Soal keamanan pedagang,  lanjutnya, merupakan prioritas utama yang perlu diperhatikan. Selama masa vakum, barang dagangan pedagang seringkali hilang sehingga membuat pedagang merugi.

"Uang organisasi selalu dipungut, sementara keamanan barang pedagang tidak terjamin," kata Faisal, Senin (13/1/2025) di kawasan Blok Satu, Pasar Raya Padang.

Guna membantu keamanan barang pedagang, Forum Pedagang Blok Satu memasang CCTV. Dari pantauan lapangan di komplek Blok Satu Pasar Padang tersebut dipasang sedikitnya 23 kamera CCTV.

Pembenahan laiinya terkait pemasangan lampu penerangan di Blok Satu tersebut. Selama vakum, kawasan Blok Satu terlihat gelap karena ketiadaan lampu penerangan.

"Kondisi gelap sehingga menyebabkan para pembeli enggan ke Blok I. Sepi pembeli otomatis, para pedagang mengalami penurunan omset," tegasnya.

Diketahui, Faisal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Pedagang Blok Satu hampir satu bulan lalu. Secara organisasi Faisal didampingi Sekretaris Rio Ricardo.

Dijelaskan Faisal, saat ini kepengurusannya tengah memperbarui badan hukumnya. Selain itu, susunan kepengurusan telah dibentuk.

Sisi lain, pedagang menyambut positif terbentuknya kepengurusan baru Forum Pedagang Blok Satu ini. Sebab, menurutnya pembenahan telah dilakukan kendati pengurus baru terbentuk 15 hari lalu.

"Keamanan para pedagang dijaga sehingga pencurian pada malan hari berkurang," kata Ida, salah seorang pedagang.

Ida menambahkan, dalam waktu terakhir ini kebersihan, keamanan dan kenyamanan pedagang betul-betul dapat dirasakan. (***)


PADANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang atau membakar sampah di sepanjang jalur rel kereta api. Tindakan tersebut dinilai berisiko membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

“Jika sampah memasuki ruang manfaat jalur kereta api (KA) dan dibakar, asapnya dapat mengganggu pandangan masinis. Kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api,” kata Kepala Humas KAI Divisi Regional II Sumbar, M. As’ad Habibuddin, di Padang, Sabtu.

Selain mengganggu jarak pandang, panas dari pembakaran sampah juga dapat merusak sistem persinyalan dan alat komunikasi yang berada di sepanjang jalur rel. “Gangguan pada sistem ini berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api,” tambahnya.

As’ad menjelaskan, pembuangan sampah sembarangan juga dapat menyumbat drainase di sekitar rel. Akibatnya, banjir bisa terjadi dan membuat tanah di sekitar rel menjadi gembur, yang berisiko menyebabkan longsor.

Untuk mencegah hal tersebut, KAI Divre II Sumbar bekerja sama dengan pihak terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mereka juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api kepada petugas KAI terdekat.

“Laporan dari masyarakat sangat penting agar potensi bahaya dapat segera ditangani,” ujarnya.

As’ad juga mengingatkan masyarakat tentang larangan beraktivitas di ruang manfaat jalur kereta api, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 181 ayat 1.

Larangan tersebut meliputi berada di ruang jalur KA, menyeret atau meletakkan barang di atas rel, serta menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain. Pelanggaran aturan ini dapat dikenakan pidana penjara maksimal 3 bulan atau denda hingga Rp15 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 199.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Mari jaga jalur kereta api dari tindakan yang berpotensi membahayakan,” tutupnya. (ant)


JAKARTA - Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Nomor Urut 03 Hendri Septa dan Hidayat mengajukan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Padang Nomor 1693 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Tahun 2024, ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Walikota Padang Tahun 2024 ini dilaksanakan oleh Panel Hakim 1 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo bersama dengan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah pada Jumat (10/1/2025).  

Dikutip dari halaman situs MK.id, dalam persidangan Perkara Nomor 212/PHPU.WAKO-XXIII/2025 Pemohon melalui kuasanya hukumnya, Bambang Widjojanto, menyampaikan perolehan suara masing-masing kandidat. Paslon Nomor Urut 01 Fadly Amran–Maigus Nasir memperoleh 176.648 suara, Paslon Nomor Urut 02 M. Iqbal–Amasrul memperoleh 54.685 suara, dan Pemohon mendapatkan 88.859 suara.

Menurut Pemohon, pelaksanaan pemilihan di daerah tersebut diwarnai dengan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan massif. Setidaknya pelanggaran ini terjadi pada beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Timur, Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Koto Tangah.

Salah satu pelanggaran yang bersifat masif yang dilakukan Paslon Nomor Urut 01 yakni pembagian minyak goreng, sembako, dan sejumlah uang mulai dari masa kampanye hingga masa tenang dan hari pemilihan pada 27 November 2024 kepada pemilih. Kemudian Paslon Nomor Urut 01 juga secara terang-terangan menggelar bimtek untuk pemenangan Pilkada 2024 dengan menghadirkan 7.500 relawan pada 13–15 Agustus 2024. Dalam kegiatan tersebut, paslon yang bersangkutan menargetkan Ketua RT dan Ketua RW guna dijadikan bagian dari tim pemenangan. Hal ini terkonfirmasi dari keterangan wawancara yang menyatakan mendapatkan sejumlah uang saat menghadiri kegiatan tersebut dan dijanjikan akan kembali mendapatkan sejumlah uang apabila mampu mencari 60 nama pemilih.

“Dalam Pilkada Kota Padang ini, mulai dari sebelum ditetapkannya masa kampanye hingga setelah pemilihan dilakukan, terjadi pelibatan aparat pemerintahan, yakni RT, RW, dan atau Lurah untuk mengajak masyarakat memilih Paslon Nomor Urut 01. Bahwa politik uang di sini justru digunakan untuk memobilisasi struktur pemerintahan yang dilakukan oleh Paslon Nomor Urut 01 dan ini mendapatkan pembenaran oleh Termohon dan pembiaran oleh Bawaslu Kota Padang,” jelas Bambang yang turut hadir bersama Hendri Septa selaku Pemohon di Ruang Sidang Pleno MK.

Atas pelanggaran-pelanggaran demikian, Pemohon meminta agar Mahkamah memerintahkan KPU Kota Padang melakukan pemungutan suara ulang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024 tanpa melibatkan Pasangan Calon Nomor Urut 01 Fadly Amran–Maigus Nasir, dalam waktu selambat-lambatnya empat bulan sejak putusan Mahkamah ditetapkan. (MK.id)


PADANG – Proses hukum terkait gugatan keberatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terhadap keputusan Komisi Informasi (KI) Sumbar terus bergulir. Pada Kamis (9/1/2025), sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang memasuki tahap penyerahan bukti tambahan.

Sidang ini merupakan kelanjutan dari putusan KI Sumbar Nomor : 21/VIII/KISB-PS-M-A/2024 yang memerintahkan Baznas untuk membuka data penerima zakat. PenaHarian.com, yang sebelumnya menjadi pemohon di sidang KI Sumbar, kini bertindak sebagai Termohon Keberatan dalam sidang PTUN tersebut.

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menghadirkan Majelis Komisioner KI Sumbar yang menegaskan bahwa informasi yang diminta oleh PenaHarian.com bukan termasuk informasi yang dikecualikan. 

Komisioner KI Sumbar mengacu pada Pasal 35 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengatur bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengakses informasi terkait pengelolaan zakat oleh Baznas.

Setelah Majelis Komisioner KI Sumbar selesai memberikan keterangan kepada Majelis Hakim PTUN. Baznas Sumbar, melalui kuasanya, menyerahkan sejumlah bukti tambahan, termasuk laporan audit akuntan publik atas laporan keuangan Baznas. Namun, laporan tersebut tidak memuat rincian nama-nama dan alamat masing-masing penerima zakat.

Sementara, PenaHarian.com juga menyerahkan sejumlah bukti tambahan, termasuk putusan pengadilan dan pemberitaan media massa tentang vonis kasus korupsi dana zakat dibeberapa daerah, termasuk Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Bukti tersebut memperkuat argumen bahwa dana zakat rentan terhadap penyelewengan jika tidak diawasi secara transparan.

Kuasa hukum PenaHarian.com, Deni Syaputra, S.H., M.H., bersama Darlinsah, S.H., menegaskan bahwa bila membuka data pengelolaan zakat hanya kepada akuntan publik, maka tidak memenuhi prinsip keterbukaan kepada masyarakat.

“Jika data hanya diberikan kepada akuntan publik yang ditunjuk oleh Baznas, maka peran serta masyarakat dalam pengawasan tidak akan terwujud. Padahal Pasal 35 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, menyatakan masyarakat dapat berperan serta dalam pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ. 

Pengawasan dimaksud dilakukan dalam bentuk akses terhadap informasi tentang pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dan LAZ, dan penyampaian informasi apabila terjadi penyimpangan dalam pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS dan LAZ",,” ujar Deni Syaputra.

Ia juga menambahkan bahwa tanpa akses informasi yang terbuka, masyarakat tidak akan mampu mendeteksi potensi penyimpangan dalam pengelolaan zakat oleh Baznas.

Namun, Baznas Sumbar tetap bersikukuh bahwa data nama masing-masing penerima zakat merupakan informasi yang dikecualikan dan tidak dapat diungkapkan kepada publik, termasuk kepada PenaHarian.com.(ril)


PADANG - Kawasan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah termasuk salah satu wilayah rawan banjir di Kota Padang. Oleh sebab itu, warga Dadok Tunggul berharap pemerintah melakukan penanganan banjir di wilayah itu.

Harapan warga tersebut terungkap ketika kegiatan Reses II Anggota DPRD Padang, Wismar Pandjaitan di Dadok Tunggul Hitam, Kamis (9/1/2025).

Menurut salah seorang warga setempat, daerah Dadok selalu langganan, bahkan banjir akan lebih parah apabila itensitas hujan cukup tinggi. 

"Kondisi hujan yang lebat ditambah tersumbatnya drainaae maupun riol-riol menyebabkan banjir yang lebih cepat," kata warga tersebut.

Menyikapi aduan masyarakat, Wismar tetap memprioritaskan perbaikan drainase dan riol-riol. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berkomitmen mengalokasikan dana pokok pikirannya (pokir) untuk mengatasi banjir.

"Anggaran pokir ini diarahkan unruk perbaiki drainase untuk penanganan banjir yang selalu terjadi di wilayah ini," tegasnya di sela-sela kegiatan.

Pada kesempatan yang sama Wismar juga menerima keluhan terhadap bantuan UMKM dan Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga DTKS.

Untuk betonisasi dan penerangan jalan, ia menyampaikan sudah akan dilaksanakan pada 2025 ini.

"Kita pada tahun 2025 ini fokus ke pada betonisasi jalan dan penerangan. Itu merupakan usulan tahun kemaren 2024," pungkas Wismar. (***)


PADANG - Kebijakan menaikan tarif air Perumda Air Minum Kota Padang mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Padang, Alfi Beben One. Pasalnya, kenaikan tarif air tersebut belum dibarengi dengan pelayanan maksimal.

Menurut anggota Fraksi Nasdem ini, banyaknya keluhan masyarakat merupakan indikasi bahwa pelayanan Perumda Air Minum Padang masih kurang. Alfi Beben mencatat ada beberapa keluhan masyarakat terutama soal kualitas air dan air yang sering mati.

"Pelayanan Perumda Air Minum Padang masih belum maksimal. Keluhan-keluhan dari masyarakat soal tidak lancarnya aliran air masih banyak terjadi," kata Alfi Beben One ketika dihubungi oborsumbar.com, Rabu (8/1/2025).

Politisi Nasdem ini menyarankan agar penyesuaian tarif memperhatikan berbagai hal. Salah satunya perbaikan layanan distribusinya kepada pelanggan.

"Kemudian, penataan SDM berbasis efesiensi, kompentesi dan profesionalitas serta bikin kajian secara komprehensif potensi dan problem yang saat ini dihadapi PDAM," tegas legislator dari Dapil Lubuk Kilangan-Pauh ini.

Beben panggilan akrabnya, juga mengakui Direksi Perumda Air Minum Padang harusnya mengkaji lebih dalam terkait kenaikan tarif air. Lebih lanjut Alfi Beben mengatakan, harusnya rencana kenaikan tersebut lebih memperhatikan ekonomi masyarakat yang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

"Kenaikan tarif air ini jangan sampai membebani masyarakat. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat melemah," ujarnya.

Pihaknya berharap perluasan jangkauan pelayanan tidak mengorbankan pelanggan lama. 

Distribusi air kepada pelanggan yang ada saat ini harus maksimal dulu. Baru memperluas jangkauan," pungkasnya.

Selain itu, persoalan biaya operasional bisa diatasi kalau kebocoran air ditekan seminimal mungkin. 

Sebelumnya, Perumda Air Minum Kota Padang berencana menyesuaikan tarif air awal tahun 2025 mendatang. Tidak hanya untuk tahun 2025 tapi juga untuk lima tahun,  2025 sampai 2030.  Rata-rata kenaikan tarif  dari 2025 hingga 2030 sebesar Rp740.

Untuk 2025 naik sebesar Rp 754, tahun 2026 Rp481, tahun 2027 Rp340, tahun 2028 tahun Rp430 tahun 2029 Rp492 dan tahun 2030 sebesar Rp510. Misalnya, pelanggan rumah tangga pemakaian airnya 10 meter kubik tahun 2024 membayar Rp 39.500, maka setelah kenaikan tahun 2025 tagihan sebesar41.500,- saja.

Kenaikan juga untuk mengimbangi besarnya biaya produksi dan perawatan yang semakin meningkat. Ke depan Perumda AM Padang  butuh anggaran pemeliharaan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan bangunan pendukung sebesar Rp546 miliar. Biaya paling besar Perumda AM adalah perpipaan banyak yang sudah uzur usianya.(agb)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.