Gerhana Matahari Tanduk Setan: Fenomena di Penghujung Maret 2025
KALI ini dunia akan menyaksikan fenomena langka pada 29 maret 2025, yang dikenal sebagai Gerhana Matahari Tanduk Setan. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan Supermoon, menjadikannya salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan tahun ini.
Gerhana Matahari Tanduk Setan adalah jenis Gerhana Matahari Sebagian, di mana Bulan hanya menutupi sebagian kecil Matahari. Pada fase tertentu, Matahari yang terlihat menyerupai bentuk sabit dengan dua ujung tajam, mirip dengan tanduk setan.
Fenomena ini terjadi ketika, posisi bulan tidak sepenuhnya sejajar dengan matahari dan bumi, sehingga hanya sebagian cakram matahari yang tertutup. Gerhana ini akan berlangsung dari pukul 16:50 Wib hingga 20:43
Wilayah yang dapat menyaksikan fenomena ini meliputi Eropa, Rusia Barat Laut, Atlantik Utara, sebagian Amerika Utara, Afrika, Asia utara, sebagian kecil Amerika Selatan, wilayah Greenland dan Islandia, serta sebagian besar Samudra Atlantik dan Arktik.
Namun, fenomena ini tidak dapat disaksikan di Indonesia. Masyarakat dapat menyaksikannya melalui siaran langsung dari kanal astronomi seperti NASA Live atau Royal Museums Greenwich.
Gerhana ini bertepatan dengan Supermoon yaitu ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). Hal ini membuat Bulan terlihat lebih besar dan terang di langit malam.
Bentuk "tanduk setan" yang terlihat selama gerhana ini memberikan peluang luar biasa bagi para penggemar astrofotografi untuk mengabadikan momen langka ini.
Kombinasi antara Gerhana Matahari Sebagian dan Supermoon jarang terjadi, menjadikannya peristiwa yang sangat istimewa.
Dalam beberapa budaya, bentuk "tanduk setan" sering kali diasosiasikan dengan simbol mistis atau mitologi tertentu.
Mitologi Hindu menyebutkan bahwa gerhana terjadi karena dewa Rahu menelan Matahari. Sementara itu, di Tiongkok kuno, gerhana dianggap sebagai akibat naga yang memakan Matahari.
Dalam beberapa budaya kuno, gerhana matahari dianggap sebagai pertanda buruk atau tanda kemarahan para dewa. Beberapa kepercayaan tradisional melarang ibu hamil keluar rumah saat gerhana, karena diyakini dapat memengaruhi kesehatan bayi.
Gerhana Matahari Tanduk Setan adalah salah satu fenomena langit yang memukau dan penuh keunikan. Selain memberikan peluang untuk belajar lebih banyak tentang alam semesta, fenomena ini juga mengingatkan kita akan keindahan dan misteri kosmos. Meskipun mitos-mitos terkait gerhana masih ada, penting untuk memahami fenomena ini secara ilmiah dan menikmatinya sebagai keajaiban alam.
Jika Anda tertarik untuk menyaksikan fenomena ini, pastikan untuk menggunakan perlengkapan pengamatan yang aman, seperti kacamata khusus gerhana. (***)